Era Baru UIN Maliki Malang Menuju Terwujudnya Ummatan ‘Ilman

Perguruan tinggi agama Islam (PTAI), salah satu tugasnya adalah melahirkan manusia sebagai sumberdaya yang memiliki kemampuan tinggi. Untuk itu, perguruan tinggi Islam harus dikelola secara profesional, yaitu senantiasa melakukan sesuatu yang benar dan baik (do the right thing and do it right). Konsekuansinya adalah selalu mengembangkan tingkah laku dan tindakan strategis yang cermat.

UIN Maliki Malang, sebagai lembaga pendidikan tinggi yang baru tumbuh dan berkembang (baru berusia 9 tahun) dan merupakan sebagai salah satu PTAI terdepan di Indonesia, akan selalu melakukan perubahan orientasi dengan mengantisipasi perubahan berbagai paradigma keilmuan Islam sekaligus perubahan akan peluang dan tantangan pasar tenaga kerja. Upaya untuk mencetak sarjana “siap pakai”, mandiri dan berkualitas atau sering juga duisebut dengan sarjana yang kompetitif akan menjadi tuntutan dan harapan pada UIN. Disini UIN akan lebih bersifat akomodatif. Namun demikian, sebagai lembaga ilmiah, UIN dituntut bersifat aktif dan kreatif untuk dapat berusaha mempengaruhi pasar dan arah perubahan sosial-keagamaan.

Untuk mencapai cita-cita ini, maka akan dikembangkan pemikiran-pemikiran strategis-operasional yang dituangkan dalam berbagai kebijakan kampus. Kebijakan ini, terutama akan diarahkan pada pembentukan kampus menjadi ummatan ‘ilman.

Disamping dituntut untuk mewujudkan ummatan ‘ilman, UIN Maliki Malang akan selalu mewujudkan dirinya menjadi masyarakat kecil (small socirty) dan komunitas ilmiah (scientific community) yang selalu mendukung hidup suburnya tradisi ilmiah, yakni berkembangnya wawasan berfikir ilmiah.

Sebagai lembaga ilmiah, bagaimanapun UIN akan tetap memegang prinsip-prinsip etika ilmiah dan etika profesi yang dibingkai dengan nilai-nilai religius, tanpa harus terperangkap pada kepentingan politik dan segmentatif. Dengan demikian, wajah kampus sebagai small society and religious scientific community yang bersendikan pada ajaran agama masih tetap terjaga.

Untuk mendukung cita-cita ini, maka akan dibentuk berbagai kelompok kerja keilmuan yang dapat melahirkan berbagai paradigma baru dalam bidang keilmuan Islam yang selama ini, kalau kita sadari, belum menunjukkan eksistensinya. Untuk itu, UIN Maliki Malang akan berusaha mengkaji beberapa disiplin yang mempunyai kaitan erat dan belum ditangani oleh perguruan tinggi lain untuk melahirkan paradigma baru keilmuan Islam.

Pola kajian ini akan berusaha menyerap sebanyak mungkin pemikiran islamisasi ilmu dari berbagai pemikir Islam, terutama yang gagasan-gagasannya mampu memberikan “ruh” bagi pengembangan pemikiran Islam. Dalam pola ini, semua tenaga kependidikan, khususnya para tenaga potensial. akan “dipaksa’ untuk berpartisipasi dan membahas tema yang sudah berkurikulum, sehingga berdampak secara menyeluruh dan dengan interaksi ini diharapkan ummatan ‘ilman dapat menjadi kenyataan. Dengan demikian, kampus tidak hanya menjadi ajang pertarungan memperjuangkan kepentingan pribadi dan “teman lama”, tetapi betul-betul menjadi wahana pencerahan intelektual bagi semua pihak,.

Disamping itu, UIN Malang akan tetap kompetitif dalam terbentuknya ummatan ‘ilman, dengan meminimalkan perbedaan baik visi maupun ideologi antar pribadi dan kelompok dengan mengembangkan keterbukaan dan mengakomodasikan semua kepentingan dalam memajukan UIN Maliki Malang yang dibingkai dengan nuansa ilmiah religius. Dengan ini diharapkan, UIN Maliki Malang ke depan dapat menjadi perguruan tinggi yang diperhitungkan di pentas nasional bahkan internasional

Dengan adanya pasar bebas dunia pada tahun 2020, menyebabkan persaingan dalam semua sector kehidupan semakin ketat. Persaingan ini tidak hanya pada bidang ekonomi, tetapi juga persaingan sumber daya manusia yang dhasilkan perguruan tinggi. Dalam memasuki berbagai sektor kehidupan, para sarjana perguruan tinggi di Indonesia (khususnya UIN Maliki Malang) tidak hanya bersaing dengan temannya sendiri dari perguruan tinggi lain di Indonesia, tetapi juga sarjana dari berbagai Negara, semacam Singapura, Malaysia, Thailand, dan Pilipina, bahkan dari negara-negara Eropa, Amerika, dan Australia. Pertanyaannya, mampukah lulusan kita memenangkan persaingan itu? Kondisi ini merangsang kita untuk mempersiapkan diri dengan memberikan bekal keunggulan bagi sarjana kita. Untuk menciptakan “manusia unggul” diperlukan pengembangan sifat-sifat sebagai berikut: (1) kemampuan untuk mengembangkan jaringan kerjasama (network) baik secara vertical maupun horisontal, (2) kerjasama dalam melahirkan produk yang berkualitas dan bermakna, dan (3) mencintai kepada kualitas yang tinggi.

Pemikiran strategis ke depan, UIN Maliki Malang akan memperkuat basis keilmuan di pascarjana, disamping juga pada ma’had sunan ampel al ’aly, sehingga ada sinergi yang bagus antara keilmuan pascasarjana dan pesantren. Disamping itu, dengan semakin banyaknya tenaga potensial yang berpendidikan doktor, maka direncanakan untuk 5 (lima) tahun ke depan akan banyak dibuka program doktor dengan berbagai disiplin ilmu. Dengan demikian, pengembangan keilmuan Islam yang menjadi perhatian utama kita, akan semakin kokoh eksistensinya.

Lebih dari pada itu, UIN Maliki Malang telah menempatkan mahasiswa sebagai salah satu aset kelembagaan. Untuk itu, akan selalu memberikan bekal kepada “produknya” beberapa kemampuan, yaitu: (1) kemampuan untuk menganalisa, (2) kemampuan untuk inovasi, (3) kemampuan untuk memimpin, (4) kemampuan untuk mengapresiasikan ajaran agama secara “ramah”, dan (5) kemampuan mengaplikasikan ilmunya secara mantap. Disamping itu, secara spesifik, akan terus dikembangkan jiwa enterpreunership bagi mahasiswa. Menurut Tilaar (1998), jiwa-jiwa tersebut tercermin dalam sifat-sifat: (1) mandiri, (2) berorientasi pada servis, (3) interdependen secara sehat, (4) fokus kepada pelanggan, (5) kolaboratif, dan (6) koordinatif. Seorang enterpreuner cenderung kepada kerjasama dan koordinatif, sehingga sangat mementingkan teamwork (kerja kelompok) yang tangguh.

Kelima kemampuan dan keenam sikap tersebut hanya dapat dihasilkan oleh pendidikan yang berkualitas. Untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas, harus dikelola dengan sungguh-sungguh, kerja keras dan kerja cerdas. Insyaallah, UIN Maliki Malang sekarang dan ke depan akan selalu mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas, yang para alumninya dapat menduduki berbagai sektor moderen dan menjadi pilihan umat.Semoga, amiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *