Menyiapkan Mahasiswa Berkompetensi Global

Antonio Giddens (1992) mengatakan bahwa globalisasi merupakan satu kekuatan sosial dunia, yang mempengaruhi semua sektor kehidupan manusia, baik aspek ekonomi, politik, sosial, budaya, bahkan sampai sektor pribadi. Globalisasi yang telah melanda berbagai kawasan dunia dewasa ini, menyebabkan persaingan dalam semua sektor kehidupan semakin tajam, yang  tidak lagi dibatasi oleh sekat geografis, tetapi disatukan oleh nilai-nilai ideologis dan politis. Iklim semacam ini menem­patkan competitiveness pada prioritas paling utama. Dalam kondisi yang demikian, perhatian terhadap prinsip efisiensi, efektifitas, dan  profesionalisme tinggi dalam pengelolaan perguruan tinggi menjadi tumpuan harapan akan kemampuan bersaing, bersanding, dan bertanding dengan pihak lain, sehingga era ini ditandai oleh pernyataan  bahwa, hanya perguruan tinggi yang mampu menawarkan mutu yang tinggi (high quality) dan pelayanan yang bagus (service excellent) akan dapat bersaing dan memenangkan persaingan.

Perkembangan  semacam ini menyebabkan  perguruan  tinggi dituntut  untuk  makin kompetitif dalam  melayani  kebutuhan masyarakat. Nilai kompetitif perguruan tinggi sebenarnya terletak pada kemampuan dalam melayani mahasiswa dan menghasilkan lulusan yang bagus untuk bersaing secara global. Menghadapi kondisi demikian, berbagai saran mengatakan bahwa, sudah waktunya perguruan tinggi melakukan perubahan-perubahan strategis, sehingga dapat mendukung tumbuhnya mahasiswa dan produk lulusan yang makin kompetitif.

Untuk itu, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sebagai salah satu perguruan tinggi yang berwawasan global, selalu memacu diri untuk dapat bersaing secara lebih terbuka, agar mahasiswa dan lulusannya lebih kompetitif dan komparatif. Disamping itu, selalu berusaha untuk meningkatkan profesionalitas  dan kemandirian mahasiswa, sehingga “pasar kerja” lulusan UIN Maliki Malang tidak hanya pada sektor infor­mal di dalam negeri, tetapi juga bisa  masuk kepada semua jalur formal dalam dan luar negeri. Lebih jauh lagi,  dengan kemandirian, lulusan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak hanya berharap memasuki  kerja di lingkungan keagamaan, tetapi juga lingkungan industri dan keuangan dalam skala internasional. Hal ini tidaklah berlebihan, karena sekarang ini kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sudah didatangi lebih dari 250 mahasiswa asing dari 29 negara, seperti Rusia, Jerman, Arab Saudi, Sudan, Libya, Kamboja, Thailand, Malaysia, Singapura, Philipina, dan lain-lain, dan dari 33 propinsi yang ada di Indonesia, mulai Aceh sampai Papua. Ini memberikan implikasi bahwa, mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sudah tidak asing lagi dengan pergaulan dunia global, karena setiap hari mereka berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai negara dan propinsi. Kondisi ini mencerminkan bahwa, kampus ini telah masuk pada wilayah pusaran internasional. Untuk itu, tidaklah berlebihan apabila Kementerian Agama RI memberikan amanat kepada UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi salah satu universitas berkelas dunia (Word Class University) bersama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Untuk mencapai cita-cita ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah menyiapkan program  strategis berupa pembelajaran bahasa asing (Arab dan Inggris) dan jiwa kewirausahaan (enterpreunership) bagi mahasiswa sejak semester awal. Dengan program ini diharapkan, mahasiswa akan mampu bersaing dalam skala global. Sebab dalam menghadap pasar bebas dunia tahun 2020 nanti, lulusan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (termasuk perguruaun tinggi agama Islam lainnya) tidak hanya bersaing dengan temannya sendiri dari perguruan tinggi dalam negeri, tetapi juga lulusan dari berbagai perguruan tinggi negara tetangga, seperti:    Singapura, Malaysia, Tahiland, dan Pilipina. Bahkan lulusan negara-negara maju semacam Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Jerman, Belanda dan Perancis bisa jadi juga menjadi saingan berat. Pertanyaannya sekarang adalah, mampukah perguruan tinggi memenangkan persaingan ini ? Hal ini penting untuk dipertanyakan, sebagai langkah antisipasi ke depan. Sebab, tanpa usaha ini, tidak mustahil mahasiswa atau sarjana perguruan tinggi di Indonesia (termasuk UIN Maulana Malik Ibrahim Malang) akan terasing di “rumahnya sendiri”, karena tidak memenuhi logika persaingan dan tidak memenuhi selera pasar.

Untuk itu, bekal yang harus dimiliki oleh mahasiswa dalam memenangkan persaingan global adalah: (1) kemampuan bahasa asing, (2) kemampuan untuk menganalisa persoalan kehidupan, (3) kemampuan untuk inovasi dan antisipasi, (4) kemampuan untuk memimpin, (5) kemampuan untuk mengapresiasikan ajaran agama secara “ramah”, dan (6) kemampuan mengaplikasikan ilmunya secara mantap di tengah-tengah persaingan global. Disamping itu, secara spesifik, mahasiswa harus mengembangkan jiwa enterpreunership. Menurut Tilaar (1998), jiwa-jiwa tersebut tercermin dalam sifat-sifat: (1) mandiri, (2) berorientasi pada servis, (3) interdependen secara sehat, (4) berbuat baik kepada semua orang, (5) kolaboratif, dan (6) koordinatif. Seorang enterpreuner cenderung kepada kerjasama dan koordinatif, sehingga sangat mementingkan teamwork (kerja kelompok) yang tangguh.

Keenam kemampuan dan keenam sikap tersebut hanya dapat dihasilkan oleh perguruan tinggi yang berkualitas. Untuk menciptakan perguruan tinggi yang berkualitas, maka para pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bertekat melakukan pengelolaan secara sungguh-sungguh, diikuti dengan kerja keras dan kerja cerdas. Implementasi dari kerja ini adalah menyiapkan semua perangkat pendukung kemajuan kampus, di mulai dari inovasi kurikulum, penataan dan peningkatan kualitas dosen dan karyawan, pengeloaan keuangan yang akuntabel, pengadaan sarana dan prasarana belajar yang memenuhi standar, serta pembinaan mahasiswa yang berwawasan ulul albab. Sebab tanpa itu semua, mustahil perguruan tinggi kita dapat menghasilkan mahasiswa dan lulusan yang mampu bersaing secara global dan para alumninya dapat menduduki berbagai sektor moderen dan menjadi pilihan umat. Semoga cita-cita ini menjadi kenyataan. Amiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *